Greenbelt – Peneliti mengatakan, simulasi
komputer super Jerman menunjukkan, tabrakan netron bintang dapat
memproduksi struktur magnetis yang memicu semburan sinar Gamma (GRB).
GRB
merupakan salah satu peristiwa kosmik yang dikenal paling enerjik.
Semburan ini memancarkan banyak energi dalam beberapa detik seperti yang
dilakukan galaksi kita dalam setahun. Sinar Gamma merupakan bentuk
tertinggi energi cahaya.
Simulasi yang dilakukan selama hampir
sepekan pada komputer Damiana di Albert Einstein Institute di Potsdam,
Jerman, ini memberi gambaran GRB yang terjadi hanya dalam 35 milidetik,
sekitar tiga kali lebih cepat dari kedipan mata.
NASA mengatakan,
GRB yang berlangsung lebih dari dua detik secara luas dianggap dipicu
oleh runtuhnya bintang besar ke dalam lubang hitam. Seiring jatuhnya
materi ke lubang hitam, beberapa materi membentuk jet dengan arah
berlawanan yang bergerak mendekati kecepatan cahaya dan menghasilkan
GRB.
GRB yang lebih pendek hanya berlangsung satu milidetik, dan menjadi obyek yang lebih sulit untuk dipelajari.
"Selama
lebih dari dua dekade, model GRB pendek terkemuka adalah perpaduan dua
bintang neutron,” kata Bruno Giacomazzo dari University of Maryland dan
Goddard Space Flight Center NASA.
“Kini kita mengetahui, penggabungan bintang neutron memang benar-benar menghasilkan medan magnet ultrastrong yang terstruktur seperti jet yang dibutuhkan GRB," katanya.
0 Response to " "
Posting Komentar